Jumat, 29 November 2019

Pendalaman 60 Menit Terapi Shalat Bahagia- Bersama Prof. Dr. H. Moh. Ali Aziz, M.Ag.


PENDALAMAN
60 MENIT
TERAPI SHALAT BAHAGIA
Bersama: Prof. Dr. H. Moh. Ali Aziz, M.Ag
(Imam Shalat Tarawih di Afrika, Asia dan Eropa)


Assalamu’alaikum sahabat muslim yang selalu di rahmati oleh Allah AWT. Terima kasih atas kunjungan sahabat muslim pada akun blog ini. Pada kesempatan ini, saya akan berbagi pengalaman yang sangat berkesan pada satu semester ini, dan saya yaqin pengalaman ini juga bermanfaat bagi kalian terlebih yang telah membaca artikel ini dengan perasaan yang penuh penghayatan. Guna mendekatkan diri kepada sang kholiq melalui Pendalaman 60 Menit Terapi Shalat Bahagia, bersama Prof. Dr. H. Moh. Ali Aziz, M.Ag.
Sebelum mengulas pengalaman saya bersama trainer hebat sekaligus dosen UIN Sunan Ampel Surabaya, siapa yang tidak mengenal beliau (Prof. Ali Aziz). Beliau merupakan imam shalat tarawih di Afrika, Asia dan Eropa. Beliau juga dijuluki sebagai Da’i internasional. Kok bisa? Bagaimana tidak bisa mendapat julukan internasioal, beliau saja telah berkeliling dunia. Untuk berdakwah, menyebarkan agama islam, melakukan training 60 menit terapi shalat bahagia, mejadi motivator hebat dimana materi yang disampaikan bisa di konsumsi mulai remaja, dewasa, tua, dan lain-lain. Beliau juga bisa mengemas materi yang akan di sampaikan dengan bahasa yang dapat di konsumsi banyak kalangan orang, bisa dengan bahasa formal dan mampu mencairkan suasana yang mulai garing dengan rasa humornya. Kalian bisa searching di google mengenai latar belakang beliau mulai sejak kecil sampai menjadi sukses seperti ini. Yang pasti beliau sangat yaqin dengan kehebatan yang maha kuasa, dari kecil hidup di lingkungan pesantren. Masyaallah sungguh hebat beliau.
Pada pekan yang lalu, mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya, fakultas dakwah dan komunikasi, terutama para mahasiswa-mahasiswi Prof. Dr. H. Moh. Ali Aziz,M.Ag, mereka di undang oleh beliau (Prof. Ali Aziz) untuk menghadiri penutupan mata kuliah ilmu dakwah dan study al-qur’an  di gedung kun yaquta foundation Surabaya, dengan diberikan trainer pendalaman 60 menit terapi shalat bahagia. Beliau banyak memberikan kalimat penyemangat untuk mendekatkan diri kepada sang kholiq melalui shalat, dan juga seluruh mahasiswa diberikan buku panduan terapi shalat bahagia.
 Sebelumnya, para mahasiswa diberikan tugas oleh beliau, untuk menuliskan 10 dosa yang pernah dilakukan, 30 kenikmatan yang diberikan Allah sampai sekarang, 5 orang yang dibenci, 10 orang yang berjasa dalam hidup, 10 masalah yang menggangu dan terbebani, dimana tugas tersebut harus dibawa pada waktu training terapi shalat bahagia. Entah apa yang telah direncanakan oleh beliau mengenai tugas tersebut.
“tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan shalat, karena turunnya wahyu mengenai shalat tidak main-main.” Ujar beliau di awal acara. Masyaallah hanya satu kalimat, tapi memang benar-benar sampai mantap ke hati para mahasiswa. Tidak ada rencana Allah SWT, yang tidak baik untuk seluruh hambanya di dunia. Karena Allah-lah yang  lebih tahu tentang kita. Seperti yang beliau contohkan; “ada wanita yang nyungsep di selokan, dan di bantu oleh orang sekitar, saat dibawa ke rumah sakit, ternyata dokter yang memeriksa si wanita tersebut tertarik, dan mereka memang di takdirkan olehNya, tetapi melalui dengan perantara nyungsep dulu” jelas beliau dengan di bumbui rasa humor.
Allah SWT, juga telah berfirman dalam al- qur’an, surah al- Baqoroh[2]: 286 yang artinya:
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala ( dari kebajiakn )yang diusahakannya dan ia mendapat siksa ( dari kejahatannya) yang dikerjakannya. ( mereka berdo’a ): “ ya tuhan kami, janganlah emgkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya tuhan kami, janganlah engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya tuhan kami, janganlah engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami, ampunilah kami, dan rahmatillah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.
            Dari ayat di atas, sudah jelas bahwa Allah SWT, tidak akan membebani hambanya melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dan ini merupakan janji Allah SWT. Setiap manusia yang mendapat cobaan dari Allah SWT, pasti aka ada solusinya. Seperti kalimat yang di utarkan oleh trainer terapi shalat bahagia, bahwasannya shalat itu obat dari segala masalah. Tidak ada masalah yang tidak bisa di selesaikan dengan shalat.
“Banyak manusia terutama kaum muslim yang mengeluh mengenai takdir Allah, itu gimana?” ada beberapa hadis yang bisa menjawab pertanyaan tersebut, bahwasanya; “ barangsiapa yang tidak senang dengan keputusan dan takdirku, hendaknya mencari tuhan yang lain” HQR. At- Tabrani (176). Kemudian, “ barangsiapa yang tidak beriman dan tidak menerima takdirku, enak atau tidak enaknya maka aku tidak akan mengurusinya lagi” HQR. Abu Ya'la (177)
            “kalian dilarang untuk sambat  atas apapun yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada kalian, kalau tidak gitu yah kalian siap-siap cari tuhan selain Allah” celetuk prof. Ali Aziz, seketika itu, Suasana terpepcahkan oleh humor bermakna beliau. Sekali lagi, benar-benar membangunkan lubuk hati para mahasiswa dengan pesan beliau.
            Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, bahwasanya beliau memberikan tugas yang harus dibawa pada acara training tersebut. Banyak mahasiswa yang masih bertanya-tanya mengenai maksud tugas tersebut. Setelah beliau memberikan beberapa kalimat penyemangat hidup dan mendekatkan diri kepada sang maha kuasa, beliau menjelaskan maksud tugas tersebut.
            SHUBHAN TURUT HADIR di MASJID untuk AKSI SOSIAL” inilah inti dari buku 60 menit terapi shalat bahagia.

SUBHAN
TURUT
HADIR
MASJID
AKSI
SOSIAL #
Berdiri
Rukuk
I’tidal
Sujud
Duduk
Tasyahud ##



# makna disetiap bacaan shalat, dan setiap maknanya terdapat renungan.
 ##  Posisi saat shalat.



Baik, saya akan berbagai ilmu mengenai 60 menit terapi shalat bahagia, yang telah diajarkan oleh trainer hebat terapi tersebut, serta berpedoman pada buku yang telah diberikan oleh beliau kepada setiap mahasiswa.
POSISI
KATA KUNCI
RENUNGAN/ DOA
(Dalam Hati, Tidak Boleh Diucapkan)

Berdiri

SUBHAN    
(Syukur,Bimbingan, Ketahanan Iman)
     1. Syukur:“wahai Allah, aku  bersyukur atas semua nikmat-Mu,”
     2.    Bimbingan: “Bimbinglah aku dan keluarga aagar tetap di jalan yang benar
    

3.  Ketahanan iman: “Berilah aku ketahanan iman untuk melawan hawa nafsu agar selamat dari kesesatan.”


usai “ amin” di surah al- fatihah, lakukan renungan di dalam hati
jangan sampai di ucapkan, karena akan sesat.  Perenungan meliputi: nikmat-nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT, kepada kita. Setelah melakukan perenungan, barulah untuk melanjutkan membaca surah pendek.
            Oh iya sahabat muslim, jangan lupa untuk pergerakan shalatnya dengan benar yah. Saat takbir, telapak tangan rapat, dan dihadapkan kedepan karena inilah energy dengan ka’bah, di angkat sampai telinga. semoga kita bisa sampai ke Baitullah. Amiin.


POSISI
KATA KUNCI
RENUNGAN/ DOA
(Dalam Hati, Tidak Boleh Diucapkan)
Rukuk












TURUT
(Tunduk, Menurut)
    1.Tunduk: “wahai Allah, aku tunduk membungkuk kepada kehendak-Mu. Aku bertasbih dan menyerahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin, dan semua persoalan kepada-Mu.”
    2. Menurut: “ Aku menurut kepadasemua perintah-Mu. Ampunilah dosa-dosaku”.

Tambahan (jika ingin lebih detail)
1.wahai Allah, aku mempunyai masalah, yaitu….(sebutkan masalah kalian dengan detail)
2. wahai Allah, aku ikhlas, ridho, tidak mengeluh atas masalah tersebut. Jika pernah mengeluh, itu karena kebodohanku. Ampunilah aku.
3. wahai Allah, aku yakin, yakin, yakin engkau pasti, pasti, pasti maha kuasa menolong aku. Engkau pasti, pasti, pasti menyayangi aku, dan tidak mungkin membiarkan aku sendirian menghadapi masalah dan harapanku itu.
4. wahai Allah, aku pasrah, pasrah, pasrah; aku pasrahkan masalah tersebut kepada-Mu. Terserah engkau, sebab engkau pasti, pasti, pasti memberi yang terbaik untukku. Aku ikhlas apapun keputusan-mu.**



jadi, kondisi rukuk, merupakan kondisi kita untuk tunduk,
merendah dihadapan Allah SWT, kondisi rukuk inilah yang menurut saya masih banyak kekeliruan. Saat rukuk, kondisi punggung, pantat, dan kepala lurus, dan seluruh sendi terasa ditarik semua, sehingga lutut terasa sakit. Setelah membaca bacaan rukuk, barulah kalian melakukan perenungan.
 Tuma’ninah minimal 30 detik atau 15 menit. Nabi Muhammad SAW, sendiri saat shalat, tuma’ninah yang dilakukan 240 menit. Kenapa agak lama untuk bertuma’ninah? Agar kita merasakan pengaruh dahsyatnya shalat. Ingat! Di dalam hati. Luapkan segala masalah kalian, dengan menyebutkan masalah yang spesifik. Jangan sekali-kali untuk mengeluh kepada Allah SWT, agar hubungan kalian dengan sang maha kuasa tetap menyatu.
Salah satu pasien beliau (Prof. Ali Aziz), ada yang mengidap sakit ambien yang telah parah, sering pendarahan. Akhirnya pasien tersebut mengikuti 60 menit terapi shalat bahagia. Prof. Dr. H. Moh. Ali Aziz, M.Ag, memberikan saran kepada pasien tersebut untuk menerapkan terapi shalat bahagia ini, terutama pada posisi rukuk. Dan Alhamdulillah, beberapa bulan kemudian pasien tersebut menghubungi Prof. Ali Aziz, bahwasanya ambiennya sudah membaik, jarang kambuh, dan bisa mencangkul di sawah, tidak pernah pendarahan lagi. Masyaallah, sungguh tidak ada satu masalah apapun yang tidak bisa  diselesaikan dengan shalat. Allahuakbar.
Dan pada beberapa kalimat yang saya Bold(**) di atas merupakan doa yang di ulang-ulang de beberapa posisi dalam shalat. Pada nomor tiga, kata yakin di ulang sebanyak 3x. kenapa? Karena Allah SWT, akan mengabulkan doa hambanya, saat keyakinan hambanya kepada Allah SWT, telah 100%.


POSISI
KATA KUNCI
RENUNGAN
(Dalam Hati, Tidak Boleh Diucapkan)
I’tidal






HADIR
(Hak, Pujian, Takdir)
    1.  Hak Pujian: “Hanya engkau yang berhak dipuji. Ampunilah aku karena terlintas mengharap pujian manusia.”
     2.  Takdir Allah: “Semua hal yang terjadi atas takdir-Mu. Aku ridla dan ikhlas menerimanya.”
Tambahan( jika ingin lebih detail) 
1.   Wahai Allah, hapuskanlah di hatiku dari mengharap penghormatanmu, pujian dan terima kasih orang. Sebaliknya, jadikan aku selalu menghormati, menghargai dan berterima kasih. Sebaliknya, jadikan aku selalu menghormati, menghargai dan berterima kasih kepada orang. Kuatkan kesabaranku menghadapi cacian dan kezaliman orang.      
2. Aku ikhlas, ridla, tidak mengeluh atas semua takdir-Mu. Rencana-Mu pasti, pasti, pasti lebih baik dari rencana hidupku. Takdir-Mu pasti, pasti, pasti yang terbaik untukku.


lakukan renungan seperti yang di atas. Dengan hati yang
mantap dan benar-benar merasakan Allah SWT, hadir dihadapan kita semua. Ingat!!! Gerakan dalam shalat mulai dari awal harus benar, dan sesuai dengan syari’at.


POSISI
KATA KUNCI
RENUNGAN
(Dalam Hati, Tidak Boleh Diucapkan)
Sujud

MASJID
(Maaf, Sinar, Jiwa dan raga)
    1. Maaf:” maafkan dosa-dosaku, bapak-ibu dan keluargaku”
    2. Sinar:”sinarilah hati, lidah mata, dan telingaku agar selalu berbuat yang engkau ridlai”
    3. Jiwa dan raga:”jiwa dan ragaku dalam kekuasaan-Mu. Aku serahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin dan semua persoalan kepada-Mu”.
(dilanjutkan 4 renungan yang telah saya bold di atas)**
 pada posisi sujud, setelah membaca bacaan sujud, barulah melakukan renungan. Dimana
renungan ini ditambahkan dengan beberapa renungan yang telah saya bold (**). Jangan lupa untuk menyertakan doa kepada kedua orang tua kalian pada waktu sujud, karena tidak ada hadiah yang berharga meskipun sebanyak emas, perak, ataupun hadiah rumah melainkan doa.

POSISI
KATA KUNCI
RENUNGAN
(Dalam Hati, Tidak Diucapkan)
Duduk Antara Dua Sujud







AKSI
(Ampunan, Kaih, Sejahtera, Iman)
Wahai Allah, berilah aku:”Ampun. Kasih, Sejahtera, dan Iman”.
Tambahan (jika ingin lebih detail)
    1.Wahai Allah, ampunilah dosa-dosaku.
    2. Kasihanilah aku. Cintailah aku. Jadikan hidupku penuh kasih bersama keluarga dan semua manusia. kasihanilah aku yang telah berusaha keras untuk membahagiakan keluargaku. Kepada siapa lagi aku memohon belas kasih jika bukan kepada-Mu.
    3.Berilah aku rizki yang melimpah untuk keluarga, syiar agama, dan menolong fakir miskin. Jadikan aku lebih senang member daripada diberi. Berilah aku kesehatan dan kesembuhan dari semua penyakit.
     4. Kuatkan imanku, agar aku semakin dekat dengan-Mu, sabar dan tegar menghadapi apapun cobaan dari-Mu.

oh iya sahabat muslim, datanglah kepada Allah, sebelum kalian
dipanggil oleh Allah. Biar Allah tahu, kalian siap diberi rizki oleh Allah sebelum kalian meminta kepadaNya. Jadi, sebelum adzan, segeralah siap-siap untuk dipanggil oleh Allah SWT.  Bagaimana Allah bisa menuruti kalian, mengkabulkan setiap hajat kalian, jika saja kalian dipanggil, tapi telat untuk datang. Na’udzubillah, semoga kita semua selalu dalam ingatan Allah SWT.
Terakhir……

POSISI
KATA KUNCI
RENUNGAN
(Dalam Hati, Tidak Boleh Diucapkan)
Tasyahud



SOSIAL
(Solawat, Persaksian, Tawakal)
    1.   Sholawat:” sholawat dan salam untuk nabi SAW. Berikan aku kekuatan menyontoh akhlaknya.
    2.   Persaksian: “Aku bersaksi, tiada tuhan selain engkau, Muhammad adalah utusan-Mu. Jadikan syahadat pegangan dan penutup hidupku.”
    3.   Tawakal:”Aku serahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya- miskin dan semua persoalan kepada-Mu.”
(tambahkan renungan yang di atas ** yang telah saya bold, serta..)
“ wahai Allah, sekarang aku lebih bahagia. Aku akan menoleh ke kanan dan ke kiri. Berikan kemudahan hidup, kesuksesan dan kebahagiaan semua orang yang di sebelah kanan dan kiriku, assalamua’alaikum warahmatullah.

jadi sahabat muslim, pada posisi terakhir ini, tidak hanya
menambahkan renungan yang telah saya bold di atas tadi (**), melainkan pada waktu hendak salam, kita juga di anjurkan untuk mendoakan orang yang sebelah kanan dan kiri kita. Kalian bisa mempraktikan terapi ini, dengan syarat shalat keadaan munfarid.
Masyaallah begitu banyak pengaruh pada diri kita saat kita mengamalkan terapi 60 menit shalat bahagia ini. Saat kalian benar-benar merenungkan, hati kalian akan merasa berdosa atas segala sesuatu yang telah kita lakukan kepada Allah dimana yang kita lakukan tersebut perbuatan dosa. Air mata akan mengguyur perlahan-lahan.
Banya sekali pasien training terapi 60 menit shalat bahagia ini mendapatkan pengaruh positif. Ambean sembuh, migraine sembuh, makin dekat dengan suami dan lain-lain.
Jadi, seperti itu, kisah training saya bersama mahasiswa-mahasiswi UIN Sunan Ampel Surabaya, fakultas dakwah dan komunikasi. Untuk pembelajaran lebih luas mengenai training 60 menit terapi shalat bahagia, kalian bisa order buku tersebut dengan  menghubungi 0812117794467 atas nama Baiti Rahmawati. Dengan harga 80.000/pcs
Sekian terima kasih sahabat yang setia mengunjungi blog saya. Semoga atas laporan saya mengenai training tersebut dapat memberikan manfaat kepada pembaca. Wassalamu’alaikum wr.wb
Salam sahabat pena
Ni’matul Hamidah

1 komentar:

  1. masyaallah blog ini sangat membantu kami dalam memahami shalat menuju kebahagiaan

    BalasHapus