PENDALAMAN
60 MENIT
TERAPI
SHALAT BAHAGIA
Bersama:
Prof. Dr. H. Moh. Ali Aziz, M.Ag
(Imam
Shalat Tarawih di Afrika, Asia dan Eropa)
Assalamu’alaikum sahabat muslim yang selalu di rahmati oleh Allah
AWT. Terima kasih atas kunjungan sahabat muslim pada akun blog ini. Pada
kesempatan ini, saya akan berbagi pengalaman yang sangat berkesan pada satu
semester ini, dan saya yaqin pengalaman ini juga bermanfaat bagi kalian
terlebih yang telah membaca artikel ini dengan perasaan yang penuh penghayatan.
Guna mendekatkan diri kepada sang kholiq melalui Pendalaman 60 Menit Terapi Shalat Bahagia, bersama Prof.
Dr. H. Moh. Ali Aziz, M.Ag.
Sebelum mengulas pengalaman saya bersama trainer hebat sekaligus
dosen UIN Sunan Ampel Surabaya, siapa yang tidak mengenal beliau (Prof. Ali
Aziz). Beliau merupakan imam shalat tarawih di Afrika, Asia dan Eropa. Beliau
juga dijuluki sebagai Da’i internasional. Kok bisa? Bagaimana tidak bisa
mendapat julukan internasioal, beliau saja telah berkeliling dunia. Untuk
berdakwah, menyebarkan agama islam, melakukan training 60 menit terapi shalat bahagia, mejadi motivator hebat
dimana materi yang disampaikan bisa di konsumsi mulai remaja, dewasa, tua, dan
lain-lain. Beliau juga bisa mengemas materi yang akan di sampaikan dengan
bahasa yang dapat di konsumsi banyak kalangan orang, bisa dengan bahasa formal
dan mampu mencairkan suasana yang mulai garing dengan rasa humornya. Kalian
bisa searching di google mengenai latar belakang beliau mulai sejak kecil
sampai menjadi sukses seperti ini. Yang pasti beliau sangat yaqin dengan
kehebatan yang maha kuasa, dari kecil hidup di lingkungan pesantren. Masyaallah
sungguh hebat beliau.
Pada pekan yang lalu, mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya, fakultas
dakwah dan komunikasi, terutama para mahasiswa-mahasiswi Prof. Dr. H. Moh. Ali
Aziz,M.Ag, mereka di undang oleh beliau (Prof. Ali Aziz) untuk menghadiri
penutupan mata kuliah ilmu dakwah dan study al-qur’an di gedung kun yaquta foundation
Surabaya, dengan diberikan trainer pendalaman 60 menit
terapi shalat bahagia. Beliau banyak memberikan kalimat penyemangat untuk mendekatkan
diri kepada sang kholiq melalui shalat, dan juga seluruh mahasiswa diberikan
buku panduan terapi shalat bahagia.
Sebelumnya, para mahasiswa
diberikan tugas oleh beliau, untuk menuliskan 10 dosa yang pernah dilakukan, 30
kenikmatan yang diberikan Allah sampai sekarang, 5 orang yang dibenci, 10 orang
yang berjasa dalam hidup, 10 masalah yang menggangu dan terbebani, dimana tugas
tersebut harus dibawa pada waktu training terapi shalat bahagia. Entah apa yang
telah direncanakan oleh beliau mengenai tugas tersebut.
“tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan shalat,
karena turunnya wahyu mengenai shalat tidak main-main.” Ujar beliau di awal
acara. Masyaallah hanya satu kalimat, tapi memang benar-benar sampai mantap ke
hati para mahasiswa. Tidak ada rencana Allah SWT, yang tidak baik untuk seluruh
hambanya di dunia. Karena Allah-lah yang
lebih tahu tentang kita. Seperti yang beliau contohkan; “ada wanita yang
nyungsep di selokan, dan di bantu oleh orang sekitar, saat dibawa ke
rumah sakit, ternyata dokter yang memeriksa si wanita tersebut tertarik, dan
mereka memang di takdirkan olehNya, tetapi melalui dengan perantara nyungsep
dulu” jelas beliau dengan di bumbui rasa humor.
Allah SWT, juga telah berfirman dalam al- qur’an, surah al-
Baqoroh[2]: 286 yang artinya:
“Allah
tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat
pahala ( dari kebajiakn )yang diusahakannya dan ia mendapat siksa ( dari
kejahatannya) yang dikerjakannya. ( mereka berdo’a ): “ ya tuhan kami,
janganlah emgkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya tuhan kami,
janganlah engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana engkau
bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya tuhan kami, janganlah engkau
pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami,
ampunilah kami, dan rahmatillah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah
kami terhadap kaum yang kafir”.
Dari ayat di atas, sudah jelas bahwa Allah SWT, tidak akan
membebani hambanya melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dan ini merupakan
janji Allah SWT. Setiap manusia yang mendapat cobaan dari Allah SWT, pasti aka ada solusinya. Seperti kalimat yang di utarkan oleh trainer terapi shalat
bahagia, bahwasannya shalat itu obat dari segala masalah. Tidak ada masalah
yang tidak bisa di selesaikan dengan shalat.
“Banyak manusia terutama kaum muslim yang mengeluh mengenai takdir
Allah, itu gimana?” ada beberapa hadis yang bisa menjawab pertanyaan tersebut,
bahwasanya; “ barangsiapa yang tidak senang dengan keputusan dan takdirku,
hendaknya mencari tuhan yang lain” HQR. At- Tabrani (176). Kemudian, “
barangsiapa yang tidak beriman dan tidak menerima takdirku, enak atau tidak
enaknya maka aku tidak akan mengurusinya lagi” HQR. Abu Ya'la (177)
“kalian dilarang
untuk sambat atas apapun yang
telah diberikan oleh Allah SWT kepada kalian, kalau tidak gitu yah kalian
siap-siap cari tuhan selain Allah” celetuk prof. Ali Aziz, seketika itu, Suasana
terpepcahkan oleh humor bermakna beliau. Sekali lagi, benar-benar membangunkan
lubuk hati para mahasiswa dengan pesan beliau.
Seperti yang saya
ceritakan sebelumnya, bahwasanya beliau memberikan tugas yang harus dibawa pada
acara training tersebut. Banyak mahasiswa yang masih bertanya-tanya mengenai
maksud tugas tersebut. Setelah beliau memberikan beberapa kalimat penyemangat
hidup dan mendekatkan diri kepada sang maha kuasa, beliau menjelaskan maksud
tugas tersebut.
“SHUBHAN
TURUT HADIR di MASJID untuk AKSI SOSIAL” inilah inti
dari buku 60 menit terapi shalat bahagia.
TURUT
|
HADIR
|
MASJID
|
AKSI
|
SOSIAL #
|
|
Rukuk
|
I’tidal
|
Sujud
|
Duduk
|
Tasyahud ##
|
## Posisi saat shalat.
Baik, saya akan berbagai ilmu mengenai 60 menit terapi shalat bahagia, yang telah diajarkan oleh trainer hebat terapi tersebut, serta berpedoman pada buku yang telah diberikan oleh beliau kepada setiap mahasiswa.
POSISI
|
KATA KUNCI
|
RENUNGAN/ DOA
(Dalam Hati, Tidak Boleh Diucapkan)
|
SUBHAN
(Syukur,Bimbingan, Ketahanan Iman)
|
1. Syukur:“wahai Allah,
aku bersyukur atas semua nikmat-Mu,”
2. Bimbingan: “Bimbinglah
aku dan keluarga aagar tetap di jalan yang benar
3. Ketahanan
iman: “Berilah aku ketahanan iman
untuk melawan hawa nafsu agar selamat dari kesesatan.”
|
jangan sampai di ucapkan, karena akan sesat. Perenungan meliputi:
nikmat-nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT, kepada kita. Setelah
melakukan perenungan, barulah untuk melanjutkan membaca surah pendek.
Oh iya sahabat
muslim, jangan lupa untuk pergerakan shalatnya dengan benar yah. Saat takbir,
telapak tangan rapat, dan dihadapkan kedepan karena inilah energy dengan ka’bah,
di angkat sampai telinga. semoga kita bisa sampai ke Baitullah. Amiin.
POSISI
|
KATA
KUNCI
|
RENUNGAN/
DOA
(Dalam Hati, Tidak Boleh Diucapkan)
|
Rukuk
|
TURUT
(Tunduk,
Menurut)
|
1.Tunduk: “wahai
Allah, aku tunduk membungkuk kepada kehendak-Mu. Aku bertasbih dan
menyerahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin, dan semua persoalan kepada-Mu.”
2. Menurut: “ Aku
menurut kepadasemua perintah-Mu. Ampunilah dosa-dosaku”.
1.wahai
Allah, aku mempunyai masalah, yaitu….(sebutkan masalah kalian dengan detail)
2.
wahai Allah, aku ikhlas, ridho, tidak mengeluh atas masalah tersebut. Jika
pernah mengeluh, itu karena kebodohanku. Ampunilah aku.
3.
wahai Allah, aku yakin, yakin, yakin engkau pasti, pasti, pasti maha kuasa
menolong aku. Engkau pasti, pasti, pasti menyayangi aku, dan tidak mungkin
membiarkan aku sendirian menghadapi masalah dan harapanku itu.
|
merendah dihadapan Allah SWT, kondisi rukuk inilah yang menurut
saya masih banyak kekeliruan. Saat rukuk, kondisi punggung, pantat, dan kepala
lurus, dan seluruh sendi terasa ditarik semua, sehingga lutut terasa sakit.
Setelah membaca bacaan rukuk, barulah kalian melakukan perenungan.
Tuma’ninah minimal 30 detik
atau 15 menit. Nabi Muhammad SAW, sendiri saat shalat, tuma’ninah yang
dilakukan 240 menit. Kenapa agak lama untuk bertuma’ninah? Agar kita merasakan
pengaruh dahsyatnya shalat. Ingat! Di dalam hati. Luapkan segala masalah
kalian, dengan menyebutkan masalah yang spesifik. Jangan sekali-kali untuk
mengeluh kepada Allah SWT, agar hubungan kalian dengan sang maha kuasa tetap
menyatu.
Salah satu pasien beliau (Prof. Ali Aziz), ada yang mengidap sakit
ambien yang telah parah, sering pendarahan. Akhirnya pasien tersebut mengikuti 60 menit terapi shalat bahagia. Prof. Dr. H. Moh. Ali
Aziz, M.Ag, memberikan saran kepada pasien tersebut untuk menerapkan terapi
shalat bahagia ini, terutama pada posisi rukuk. Dan Alhamdulillah, beberapa
bulan kemudian pasien tersebut menghubungi Prof. Ali Aziz, bahwasanya ambiennya
sudah membaik, jarang kambuh, dan bisa mencangkul di sawah, tidak pernah
pendarahan lagi. Masyaallah, sungguh tidak ada satu masalah apapun yang tidak
bisa diselesaikan dengan shalat.
Allahuakbar.
Dan pada beberapa kalimat yang saya Bold(**) di atas merupakan doa yang
di ulang-ulang de beberapa posisi dalam shalat. Pada nomor tiga, kata yakin
di ulang sebanyak 3x. kenapa? Karena Allah SWT, akan mengabulkan doa hambanya,
saat keyakinan hambanya kepada Allah SWT, telah 100%.
POSISI
|
KATA KUNCI
|
RENUNGAN
(Dalam Hati, Tidak Boleh Diucapkan)
|
I’tidal
|
HADIR
(Hak, Pujian, Takdir)
|
1. Hak Pujian: “Hanya
engkau yang berhak dipuji. Ampunilah aku karena terlintas mengharap pujian
manusia.”
2. Takdir Allah: “Semua hal
yang terjadi atas takdir-Mu. Aku ridla dan ikhlas menerimanya.”
Tambahan( jika ingin lebih detail)
1. Wahai
Allah, hapuskanlah di hatiku dari mengharap penghormatanmu, pujian dan terima
kasih orang. Sebaliknya, jadikan aku selalu menghormati, menghargai dan
berterima kasih. Sebaliknya, jadikan aku selalu menghormati, menghargai dan
berterima kasih kepada orang. Kuatkan kesabaranku menghadapi cacian dan
kezaliman orang.
2. Aku
ikhlas, ridla, tidak mengeluh atas semua takdir-Mu. Rencana-Mu pasti, pasti,
pasti lebih baik dari rencana hidupku. Takdir-Mu pasti, pasti, pasti yang
terbaik untukku.
|
mantap dan benar-benar merasakan Allah SWT, hadir dihadapan kita
semua. Ingat!!! Gerakan dalam shalat mulai dari awal harus benar, dan sesuai
dengan syari’at.
POSISI
|
KATA KUNCI
|
RENUNGAN
(Dalam Hati, Tidak Boleh Diucapkan)
|
MASJID
(Maaf, Sinar, Jiwa dan raga)
|
1. Maaf:” maafkan dosa-dosaku, bapak-ibu dan keluargaku”
2. Sinar:”sinarilah hati, lidah mata, dan telingaku agar selalu berbuat yang engkau ridlai”
3. Jiwa dan raga:”jiwa dan ragaku dalam kekuasaan-Mu. Aku serahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin dan semua persoalan kepada-Mu”.
|
pada posisi sujud, setelah membaca bacaan sujud, barulah melakukan renungan. Dimana
renungan ini ditambahkan dengan beberapa renungan yang telah saya bold (**). Jangan lupa untuk menyertakan doa kepada kedua orang tua kalian pada waktu sujud, karena tidak ada hadiah yang berharga meskipun sebanyak emas, perak, ataupun hadiah rumah melainkan doa.
POSISI
|
KATA KUNCI
|
RENUNGAN
(Dalam Hati, Tidak Diucapkan)
|
AKSI
(Ampunan, Kaih, Sejahtera, Iman)
|
Wahai Allah, berilah aku:”Ampun. Kasih, Sejahtera, dan Iman”.
Tambahan (jika ingin lebih detail)
1.Wahai
Allah, ampunilah dosa-dosaku.
2. Kasihanilah
aku. Cintailah aku. Jadikan hidupku penuh kasih bersama keluarga dan semua
manusia. kasihanilah aku yang telah berusaha keras untuk membahagiakan
keluargaku. Kepada siapa lagi aku memohon belas kasih jika bukan kepada-Mu.
3.Berilah
aku rizki yang melimpah untuk keluarga, syiar agama, dan menolong fakir
miskin. Jadikan aku lebih senang member daripada diberi. Berilah aku
kesehatan dan kesembuhan dari semua penyakit.
4. Kuatkan
imanku, agar aku semakin dekat dengan-Mu, sabar dan tegar menghadapi apapun
cobaan dari-Mu.
|
dipanggil oleh Allah. Biar Allah tahu, kalian siap diberi rizki
oleh Allah sebelum kalian meminta kepadaNya. Jadi, sebelum adzan, segeralah
siap-siap untuk dipanggil oleh Allah SWT. Bagaimana Allah bisa menuruti kalian,
mengkabulkan setiap hajat kalian, jika saja kalian dipanggil, tapi telat untuk
datang. Na’udzubillah, semoga kita semua selalu dalam ingatan Allah SWT.
Terakhir……
POSISI
|
KATA
KUNCI
|
RENUNGAN
(Dalam Hati, Tidak Boleh Diucapkan)
|
SOSIAL
(Solawat,
Persaksian, Tawakal)
|
1. Sholawat:”
sholawat dan salam untuk nabi SAW. Berikan aku kekuatan menyontoh akhlaknya.
2. Persaksian:
“Aku bersaksi, tiada tuhan selain engkau, Muhammad adalah utusan-Mu. Jadikan
syahadat pegangan dan penutup hidupku.”
3. Tawakal:”Aku
serahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya- miskin dan semua persoalan
kepada-Mu.”
|
menambahkan renungan yang telah saya bold di atas tadi (**),
melainkan pada waktu hendak salam, kita juga di anjurkan untuk mendoakan orang
yang sebelah kanan dan kiri kita. Kalian bisa mempraktikan terapi ini, dengan
syarat shalat keadaan munfarid.
Masyaallah begitu banyak pengaruh pada diri kita saat kita
mengamalkan terapi 60 menit shalat bahagia ini. Saat kalian benar-benar
merenungkan, hati kalian akan merasa berdosa atas segala sesuatu yang telah
kita lakukan kepada Allah dimana yang kita lakukan tersebut perbuatan dosa. Air
mata akan mengguyur perlahan-lahan.
Banya sekali pasien training terapi 60 menit shalat bahagia ini
mendapatkan pengaruh positif. Ambean sembuh, migraine sembuh, makin dekat
dengan suami dan lain-lain.
Jadi, seperti itu, kisah training saya bersama mahasiswa-mahasiswi
UIN Sunan Ampel Surabaya, fakultas dakwah dan komunikasi. Untuk pembelajaran
lebih luas mengenai training 60 menit terapi shalat bahagia, kalian bisa order buku tersebut dengan menghubungi 0812117794467 atas nama Baiti
Rahmawati. Dengan harga 80.000/pcs
Sekian terima kasih sahabat yang setia mengunjungi blog saya.
Semoga atas laporan saya mengenai training tersebut dapat memberikan manfaat kepada
pembaca. Wassalamu’alaikum wr.wb
Salam sahabat
pena
Ni’matul Hamidah






